Pentingnya Warna dalam Sebuah Desain Grafis untuk Membangun Sebuah Branding

Jika sudah berhubungan dengan branding, kekuatan warna adalah emosional dan praktis. Pada tingkat emosional, warna dapat mempengaruhi bagaimana perasaan konsumen ketika melihat sebuah merek, sementara itu dalam tingkat praktis, warna dapat membantu sebuah merek menonjol di kerumunan.

Pada artikel ini, saya akan memberikan penggunaan warna pada branding dan memberikan Anda 11 pedoman warna untuk membantu Anda memilih yang paling cocok dengan merek Anda.

1. Merah – Bahaya, Gairah, Kegembiraan & Energi       

 Arti: Merah memiliki asosiasi kontekstual yang berbeda dan didalam branding dapat menyampaikan pesan yang terlihat. Merah memiliki kemampuan untuk rev desire, dan tidak mengagetkan ketika merah adalah warna dari api, bahaya dan darah pada satu sisi; dan cinta, seksualitas, gairah pada sisi yang lain. Merah itu tebal, berenergi, dan warna yang hidup yang menyimbolkan kekuatan, kepercayaan diri dan kekuatan.

Tips penggunaan: Karena merah memiliki arti yang sangat kuat, mungkin penggunaan yang terbaik dengan kebijaksanaan. Tapi, apabila merek yang lain menghindari merah, mungkin ini cara yang paling bagus untuk menonjol diantara kerumunan.

2. Orange – Segar, Bermuda, Kreatif & Petualang

Arti: Mencampurkan kehangatan warna merah dan keoptimisan warna kuning, oranye mengakomunikasikan aktifitas dan energi. Dan tentu saja sulit rasanya untuk melewatkan warna oranye sebagai warna jeruk, dan semua produk bervitamin C, yang langsung membuat oranye terasa segar dan sehat. Oranye tidak untuk semua orang (namun ini adalah warna dekade dari tahun 1970an) dan oleh karena itu temasuk kedalam asosiasi bermuda, kreatif dan petualang.

Tips penggunaan: Karena oranye berasosiasi dengan keseruan dan juga menonjol, menjadikan warna ini cocok untuk merek bermuda, penuh energi dan pilihan terbaik untuk merek mewah, tradisional atau serius.

3. Kuning – Optimistis, Ceria, Menyenangkan & Bahagia

Arti: Menjadi warna dari matahari, warna kuning membawa senyuman. Warna yang mudah dilihat dari jarak yang jauh (maka dari itu sering digunakan untuk rambu lalu lintas) dan mengkomunikasikan keceriaan, keramahan, kesenangan dan energi (siapa yang tidak membutuhkan lebih banyak warna kuning dalam hidupnya?) Warna kuning juga bisa diasosiasikan dengan kejernihan mental dan kepintaran (lagi, siapa yang tidak butuh lebih banyak warna kuning?) Meski pun begitu, kuning juga merupakan warna hati-hati yang digunakan pada jaket keselamatan, pita pengaman polisi, dan area berbahaya.

 Tips penggunaan: Beberapa nuansa warna kuning mungkin terlihat murahan – meskipun mungkin cocok dengan citra merek Anda. Jadi, warna kuning adalah contoh yang bagus untuk meneliti reaksi konsumen kepada kelayakan warna dan memastikan warna produk Anda sudah benar. Pastikan untuk menggunakan desain yang bagus jika Anda ingin menghindari kesan murahan.

4. Hijau – Alami, Daya Hidup, Martabat & Kekayaan

Arti: Warna hijau memiliki dua arti umum yang cukup paradoksal; pertama sebagai alam dan lingkungan, dan yang kedua sebagai keuangan dan kekayaan. Jika dihubungkan dengan alam, hijau mewakili tanaman hidup dan petumbuhan dan secara berkesinambungan digunakan untuk mempromosikan ‘hijau’ pada lingkungan, kesinambungan, organik, esensi alami dari kata. Dan tentu saja warna hijau juga disangkut-pautkan dengan ‘warna uang’ (uang Amerika Serikat) dan inilah kenapa dihubungkan dengan kekayaan dan stabilitas.

Tips penggunaan: Pilih nuansa hijau nada dengan hati-hati sebagai yang terang, hijau yang lebih terang mengindikasikan pertumbuhan, daya hidup dan pembaharuan; sementara warna hijau yang lebih gelap, merepresentasikan martabat, kekayaan dan kelimpahan.

5. Biru – Komunikatif, Dapat Dipercaya, Menenangkan & Depresi

Arti: Biru adalah warna universal yang sering dipilih, mungkin karena kualitasnya yang serba guna. Biru adalah warna favorit untuk perusahaan yang berharap untuk menyampaikan kehandalan, dapat dipercaya dan komunikasi (saya melihat pada Facebook, Twitter dan Samsung Anda) dan untuk mengekspresikan autoritas dan organisasi resmi (oh, hai Constable). Warna biru juga diapresiasi untuk ketenangan dan kualitias harmoni yang berasosiasi dengan laut dan langit. Meski pun begitu, diasosiasikan dengan perasaan emosi ‘blue’ juga digunakakan untuk mengekspresikan kesedihan atau depresi.

Tips penggunaan: Biru menjalankan secara keseluruhan dari perusahaan dan dapat diandalkan, sampai menenangkan dan memberikan kedamaian, sampai ke perasaan sedih karena ditinggalkan. Seperti warna hijau, pilihan nuansa Anda dengan tepat. Atau hindari jika ini merupakan warna populer di segmen pasar Anda.

6. Ungu – Kerajaan, Keagungan, Spiritual & Misterius

Arti: Ungu adalah warna gairah yang rendah. Secara tradisional diasosiasikan dengan kerajaan, keagungan atau kaum bangsawan seiring dengan kualitas spiritual dan misterius. Nuansa warna yang lebih gelap sering mereprentasikan kemewahan atau kekayaan, sementara itu nuansa lavender cukup feminism, sentimentil dan nostalgia.

Tips penggunaan: Warna ungu paling terbaik digunakan dengan target wanita sebagaimana penelitian memberikan sugesti bahwa wanita meletakkan warna ungu sebagai warna top-tier, dan peringkat ini tidak berlaku untuk pria. Secara keseluruhan warna ungu bukanlah warna umum yang digunakan pada merek dan kenyataannya Cadbury adalah satu-satunya merek berwarna ungu di 100 Daftar Forbes merek paling berharga 2014.

7. Cokelat – Organik, Menyeluruh, Sederhana & Jujur

Arti: Cokelat banyak digunakan pada era organik dan makanan alami, kecantikan dan produk. Alam yang menginspirasi warna cokelat dengan mereprentasikan perasaan menyeluruh, ketertiban, dan tetap membumi. Sederhana, kuat, tahan lama dan sederhana, mungkin mengekspresikan bahwa merek Anda punya hal lain untuk diperhatkan selain warna yang tak berguna, ketika sebenarnya… (Permainan pikiran!)

Tips penggunaan: Gunakan peringatan dengan warna cokelat untuk mengingatkan orang-orang tentang kotor. Di satu sisi, warna cokelat juga bagus untuk menyembunyikan kotor jika produk yang Anda branding berkaitan dengan tanah, kotor atau lumpur.

8. Hitam – Canggih, Formal, Mewah & Sedih

Arti: Ketika warna biasanya digunakan untuk meningkatkan pengenalan merek tidak ada alasan warna hitam – ketika digunakan dengan benar – menjadi warna yang khusus, mudah diingat, dan komunikatif sebagai atribut merek. Hitam bisa dianggap sebagai warna yang serius. Mewakili kekuatan, kemewahan, kecanggihan dan eksklusif di satu sisi; dan kematian, iblis, dan misteri di sisi yang lain. Dari formalitas ke keinginan untuk kekuasaan, hitam adalah tegas, klasik, tidak untuk dipermainkan.

 Tips penggunaan: Gunakan kontras warna yang terang dengan warna hitam; gunakan foil emas untuk sentuhan mewah; atau kombinasikan dengan putih untuk pernyataan yang tegas dan sederhana. Pikirkan tentang tekstur dan bagaimana warna hitam matte atau glossy mungkin merubah pesan dari merek Anda.

9. Putih – Kemurnian, Sederhana, Tidak Bersalah & Minimalisme

Arti: Putih menggambarkan kesederhanaan, kemurnian, tidak bersalah dan kesempurnaan. Dan jika Anda harus mengidentifikasi satu merek yang menggunakan warna putih untuk menyampaikan pesan merek tentang kesempurnaan, mungkin Apple contoh yang pas – putih mereprentasikan kesederhanaan dari produk mereka secara bentuk dan fungsi. Warna putih juga datang dengan keabsolutan atau kesterilan, yang sering digunakan oleh desainer untuk menyampaikan aestetik minimalis dan bersih, kualitas modern.

 Tips penggunaan: Agak sulit untuk menginjeksikan kepribadian kedalam merek Anda ketika menggunakan warna putih, jadi pastikan kepribadian merek Anda tentang kesederhanaan, kemurnian dan transparan.

10. Multiwarna – Kesenangan, Kemudahan, Otoritas & Multi Disiplin

Arti: Tentu saja, bagaimana dengan mencampurkan beberapa warna pada satu logo, seperti Google, Sony Playstation dan Windows Microsoft? Warna yang berbeda secara garis besar mengindikasikan variasi – menjadi representatif dari orang-orang, negara atau penawaran.

Tips penggunaan: Lebih banyak warna sama dengan lebih banyak uang ketika sudah berurusan dengan percetakan, jadi pastikan anggaran Anda (meski pun hal ini tidak akan berpengaruh apa-apa jika Anda hanya menggunakannya secara online). Perhatikan bagaimana Anda memilih warna untuk dipadukan bersama secara cetak dan digital sebagaimana hasilnya mungkin berbeda pada layar yang berbeda dan cetakan yang berbeda.

 

Mungkin banyak dari Anda yang membuat desain grafis akan mulai bertanya-tanya, seperti pertanyaan di bawah ini:

  • Apa kata yang paling tepat untuk menggambarkan kepribadian merek Anda?
  • Apa warna yang tepat untuk merepresentasikan kata itu?
  • Apa warna yang cocok dengan karakter dari produk / jasa Anda?
  • Apa warna yang digunakan oleh kompetitor Anda?

 

Untuk membantu Anda, silahkan dicek Cymbolism, yang memasangkan kata-kata dengan warna untuk efek emosional yang diinginkan.

 

Mungkin itu saja yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat.

Sekian dan Terimakasih.

 

 

Sumber dan Referensi:

  1. canva.com
  2. saveasbrand.com

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *